Выбрать главу

Harry menelan keras, mencoba menahan sentakan emosi seketika yang menguasainya ketika Profesor Quirrell mulai bicara. Nada tapatnya mengingatkan dia sama seperti pengajar di Oxford, dan mulailah Harry sadar kalau dia tidak akan melihat rumahnya atau Mumnya atau Dadnya sampai Natal.

“Kalian sudah terbiasa untuk posisi Pertahanan diisi oleh para inkompeten, para begundal, dan mereka yang tak beruntung. Untuk semua dengan rasa sejarah, itu semua mengandung reputasi yang benar-benar berbeda. Tidak semua yang mengajar di sini adalah yang terbaik, namun semua yang terbaik mengajar di Hogwarts. Dengan persekutuan penuh kebesaran ini, dan setelah sebegitu menanti sampainya hari ini, aku akan sangat malu untuk menempatkan standar diriku lebih rendah dari kesempurnaan. Dan juga aku memang berniat untuk membuat masing-masing dari kalian selalu mengingat tahun ini sebagai kelas Pertahanan terbaik yang pernah kalian peroleh. Apa yang kalian pelajari tahun ini akan selamanya bertindak sebagai landasan teguh kalian dalam seni Pertahanan, tak peduli siapa pengajar kalian sebelum dan sesudah.”

Ekspresi Profesor Quirrell mulai menjadi serius. “Kita punya sebegitu banyak wilayah untuk ditebus dan tak banyak waktu untuk mencakupnya. Karena itu aku berniat untuk keluar dari kebiasaan mengajar Hogwarts dalam sejumlah hal, demikian juga memperkenalkan beberapa aktivitas setelah-sekolah opsional.” Dia berhenti. “Kalau itu belum cukup, mungkin aku bisa menemukan cara-cara baru untuk memotivasi kalian. Kalian adalah murid-murid yang sudah lama kutunggu, dan kalian akan melakukan usaha yang paling baik dalam kelas Pertahanan yang sudah lama kutunggu ini. Aku akan menambahkan semacam ancaman mengerikan, seperti ‘Kalau tidak kalian akan sengsara menderita ‘, tapi itu akan jadi sangat klise, bukan begitu? Aku bangga atas diriku sendiri karena jadi lebih imajinatif dari itu. Terima kasih.”

Kemudian semangat dan percaya diri seolah habis terkuras dari Profesor Quirrell. Mulutnya terbuka seolah dia tiba-tiba menemukan dirinya menghadapi penonton yang tak terduga, dan dia berputar dengan sentakan kejang dan berlari ke tempat duduknya, tertunduk seolah dia akan ambruk dan meledak.

“Dia terlihat sedikit aneh,” bisik Harry.

“Meh,” kata si murid yang terlihat lebih tua. “Kamu belum lihat apa pun.”

Dumbledore melanjutkan podium.

“Dan sekarang,” kata Dumbledore, “sebelum kita pergi tidur, mari kita nyanyikan lagu sekolah! Semua orang pilih nada dan kata-kata favoritnya sendiri, dan ayo kita mulai!”

Chapter 13: Menanyakan Pertanyaan yang Salah

Elen sila J. K. Rowling omentielvo.

EDIT: Jangan panik. Aku sungguh-sungguh bersumpah bahwa ada penjelasan logis, dengan pertanda, sesuai-kanon untuk semua yang terjadi di bab ini. Ini adalah teka-teki, kalian harusnya mencoba memecahkannya, dan kalau tidak berhasil, baca saja bab selanjutnya.

*

“Itu adalah satu teka-teki paling mudah yang pernah aku dengar.”

*

Saat Harry membuka matanya di kamar laki-laki tahun pertama Ravenclaw, di pagi di hari pertamanya di Hogwarts, dia tahu ada sesuatu yang salah.

Sunyi.

Terlalu sunyi.

Oh, benar тАж . Ada Mantra Quietus di kepala ranjangnya, dikendalikan tongkat geser kecil, yang adalah alasan satu-satunya siapa pun bisa tidur di Ravenclaw.

Harry duduk dan melihat ke sekitar, mengharap melihat yang lain mulai bangunтАУ

Ruangan, kosong.

Ranjang-ranjang, berantakan dan belum dirapikan.

Matahari, datang dari sudut yang cukup tinggi.

Quieternya digeser sampai maksimal.

Dan alarm jam mekanikalnya masih bekerja, tapi alarmnya dimatikan.

Dia sudah dibiarkan untuk tidur sampai 9:52 AM, sepertinya. Terlepas dari usaha terbaiknya untuk melakukan sinkronisasi siklus tidur 26-jamnya pada kedatangannya di Hogwarts, dia sudah tak bisa tidur sampai sekitar 1 AM. Dia sudah berencana untuk bangun tidur pukul 7:00 AM bersama murid yang lain, dia bisa menahan sedikit kurang-tidur di hari pertama selama dia memperoleh suatu obat magis sebelum besok. Tapi sekarang dia sudah melewatkan sarapan. Dan kelas pertamanya di Hogwarts, Herbologi, sudah mulai satu jam dan dua puluh dua menit yang lalu.

Kemarahan perlahan, perlahan mulai muncul dalam dirinya. Oh, betapa kelakar kecil yang bagus. Matikan alarmnya. Naikkan Quieternya. Dan biarkan Tn. Harry Potter Terkenal ketinggalan kelas pertamanya, dan disalahkan karena jadi tukang tidur.

Waktu Harry menemukan siapa yang melakukan ini тАж .

Tidak, ini hanya bisa dilakukan dengan kerjasama seluruh dua belas anak lain dalam kamar Ravenclaw ini. Semuanya pasti bisa melihat bentuk badannya yang tertidur. Semuanya sudah membiarkannya tidur dan melewatkan sarapan.

Kemarahan terkuras habis, digantikan dengan kebingungan dan perasaan sangat terluka. Mereka menyukai dia. Dia pikir. Kemarin malam, dia pikir mereka menyukai dia. Kenapa тАж .

Saat Harry melangkah keluar dari ranjang, dia melihat secarik kertas menghadap keluar dari kepala ranjangnya.

Kertas itu berkata,

Teman-teman Ravenclawku,

Ini sudah jadi hari yang teramat panjang. Tolong biarkan aku lanjutkan tidur dan jangan khawatir tentang aku melewatkan sarapan. Aku belum lupa tentang kelas pertamaku.

Tertanda, Harry Potter.

Dan Harry berdiri di sana, terpaku, air beku mulai mengaliri pembuluh darahnya.

Kertas itu memakai tulisan tangannya, dengan pensil mekaniknya sendiri.

Dan dia tidak ingat pernah menulisnya.

Dan тАж Harry menyipitkan matanya melihat kertas itu. Dan kecuali dia berkhayal, kata-kata “Aku belum lupa” tertulis memakai gaya yang berbeda, seolah dia sedang memberitahu dirinya sendiri sesuatu тАж ?

Apakah dia tahu bahwa akan terkena Mantra Obliviate? Apakah dia begadang, melakukan suatu kejahatan atau kegiatan rahasia, dan kemudian тАж tapi dia tak tahu Mantra Obliviate тАж apakah orang lain тАж apa тАж .

Suatu gagasan terpikir oleh Harry. Kalau dia sudah tahu bahwa dia akan terkena Mantra Obliviate тАж .

Masih memakai piyamanya, Harry berlari mengitari ranjangnya menuju kopernya, menekan jempolnya pada kunci, mengambil kantongnya, memasukkan tangannya dan berkata “Catatan untuk diriku.”

Dan kertas lain muncul di atas tangannya.

Harry mengeluarkannya, menatapnya. Itu juga dalam tulisan tangannya sendiri.

Catatan itu berkata:

Kepada Diriku,

Tolong mainkan permainannya, kamu hanya bisa bermain permainan ini sekali seumur hidup. Ini adalah kesempatan tak tergantikan.

Kode pengenalan 927, aku adalah kentang.

Tertanda, Kamu.

Harry mengangguk perlahan. “Kode pengenalan 927, aku adalah kentang” adalah memang pesan yang sudah dia buat di awalтАУbertahun-tahun sebelumnya, waktu melihat TVтАУyang hanya dia yang tahu. Kalau dia harus mengidentifikasi suatu duplikat dari dirinya sebagai benar-benar dia, atau sesuatu. Untuk jaga-jaga. Bersiaplah.

Harry tak bisa mempercayai pesan itu, ada kemungkinan mantra lain terlibat. Tapi ini mengecualikan tiap keisengan kecil apa pun. Dia jelas-jelas menulis ini dan dia jelas-jelas tak ingat pernah menulisnya.