Ada suatu jeda.
Neville memegang buku-bukunya lebih erat di dadanya. “Kenapa kamu melakukan itu?” katanya dalam suara tipis, ragu-ragu. Dia berkedip seolah berusaha menahan tangis. “Kenapa semua orang melakukan itu padaku, bahkan si Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup?”
Harry tiba-tiba merasa lebih kecil dari yang pernah dia rasakan seumur hidupnya. “Aku minta maaf,” kata Harry lagi, suaranya sekarang berubah serak. “Itu cuma тАж kau terlihat begitu ketakutan, seperti ada tanda di atas kepalamu yang berkata ‘korban’, dan aku ingin menunjukkan bahwa hal-hal tak selalu berubah jadi buruk, dan terkadang para monster akan memberimu cokelat тАж aku kira kalau aku menunjukkanmu itu, kau mungkin menyadari bahwa tak ada hal-hal yang perlu ditakutkanтАУ”
“Tapi itu memang ada,” bisik Neville. “Kau melihatnya hari ini, memang ada!”
“Mereka tak akan melakukan apa pun yang benar-benar buruk di hadapan saksi. Senjata utama mereka adalah ketakutan. Itulah kenapa mereka mengincar kamu, karena mereka bisa melihat kalau kamu takut. Aku ingin membuatmu berkurang rasa takut тАж menunjukkan padamu kalau ketakutan itu lebih buruk dari hal yang kamu takuti itu sendiri тАж atau itulah yang kukatakan padaku sendiri, namun Topi Seleksi mengatakan padaku kalau aku sedang membohongi dirku sendiri dan bahwa aku melakukan itu sebenarnya karena itu menyenangkan. Jadi karena itulah aku meminta maafтАУ”
“Kau melukaiku,” kata Neville. “Baru saja. Ketika kau menyerobotku dan menarikku keluar dari mereka.” Neville mengulurkan tangannya dan menunjuk ke tempat di mana Harry memegangnya. “Aku mungkin akan mendapat memar di sini nanti dari seberapa keras kau menarikku. Kau menyakitiku lebih buruk dari yang para Slytherin lakukan hanya dengan bertemu denganku, sebenarnya.”
“Neville!” desis Ernie. “Dia mencoba untuk menyelamatkanmu!”
“Aku minta maaf,” bisik Harry. “Waktu aku melihat kejadian tadi aku hanya merasa тАж benar-benar marah тАж .”
Neville memandang padanya stabil. “Jadi kau menarikku keluar sebegitu keras dan menempatkan dirimu di tempat di mana aku tadinya dan berkata, ‘Halo, aku adalah Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup’.”
Harry mengangguk.
“Aku pikir kamu akan jadi benar-benar keren suatu saat,” kata Neville. “Tapi sekarang, kamu tidak.”
Harry menelan simpul yang muncul seketika dalam tenggorokannya dan berjalan pergi. Dia melanjutkan menyusuri koridor sampai ke persimpangan, kemudian berbelok ke kiri memasuki suatu lorong dan terus saja berjalan, tanpa arah.
Apa yang harusnya dia lakukan di sini? Tak pernah marah? Dia tidak yakin dia bisa melakukan apa pun tanpa jadi marah dan siapa tahu apa yang akan terjadi pada Neville dan buku-bukunya saat itu. Lagipula, Harry sudah cukup banyak membaca buku-buku fantasi untuk tahu bagaimana ini berakhir. Dia akan mencoba untuk menekan kemarahannya dan dia akan gagal dan itu akan terus kembali kepadanya. Dan setelah suatu perjalanan panjang penemuan-diri dia akan belajar pada akhirnya bahwa kemarahannya adalah bagian dari dirinya dan bahwa hanya dengan menerima hal itu barulah dia bisa belajar untuk menggunakannya dengan bijak. Star Wars adalah satu-satunya alam semesta di mana jawaban sebenarnya adalah bahwa kamu memang seharusnya memisahkan dirimu sepenuhnya dari emosi negatif, dan sesuatu tentang Yoda selalu sedari dulu membuat Harry membenci si bodoh hijau kecil itu.
Jadi rencana penghematan waktu yang jelas adalah untuk melewati perjalanan penemuan-diri dan pergi langsung ke bagian di mana dia menyadari behwa hanya dengan menerima bahwa kemarahan adalah bagian dari dirinya barulah dia bisa terus mengendalikannya.
Masalahnya adalah bahwa dia tidak merasa hilang kendali waktu dia marah. Kemurkaan dingin membuatnya merasa kalau dia punya kendali atas semuanya. Justru hanya waktu dia melihat kembalilah kejadian secara keseluruhan sepertinya sudah тАж meledak tak terkontrol, entah bagaimana.
Dia penasaran seberapa banyak Pengendali Permainan memperhatikan hal-hal semacam ini, dan apakah dia memenangkan atau kehilangan poin karenanya. Harry sendiri merasa bahwa dia kehilangan beberapa poin, dan dia yakin bahwa wanita tua dalam lukisan pasti akan memberitahunya bahwa pendapatnya adalah satu-satunya pendapat yang penting.
Dan Harry juga penasaran apakah Pengendali Permainan yang mengirim Profesor Sprout. Itu adalah pikiran logis: catatannya sudah mengancam untuk melaporkannya pada Pejabat Berwenang Permainan, dan kemudian muncul Profesor Sprout. Mungkin Profesor Sprout adalah Pengendali PermainanтАУsi Kepala Asrama Hufflepuff akan jadi orang terakhir yang dicurigai semua orang, yang harusnya menempatkan dia dekat dengan peringkat atas daftar Harry. Dia juga membaca satu atau dua novel misteri.
“Jadi bagaimana keadaanku dalam permainan?” kata Harry dengan lantang.
Sehelai pertas terbang melewati kepalanya, seolah seseorang sudah melemparkan itu dari belakangnyaтАУHarry berbalik, namun tak ada siapa pun di sanaтАУdan ketika Harry memandang ke depan lagi, catatannya sudah berada di lantai.
Catatan itu berkata:
POIN UNTUK GAYA: 10
POIN UNTUK PEMIKIRAN BAIK: -3.000.000
BONUS POIN ASRAMA RAVENCLAW: 70
POIN SEKARANG -2.999.871
SISA GILIRAN: 2
“Minus tiga juta poin?” Harry berkata dengan gusar pada lorong kosong. “Itu sepertinya berlebihan! Aku mau mengajukan banding pada Pejabat Berwenang Permainan! Dan bagaimana aku harus menebus tiga juta poin dalam dua giliran berikutnya?”
catatan lain terbang melewati kepalanya.
BANDING: GAGAL
MENANYAKAN PERTANYAAN YANG SALAH: -1.000.000. 000.000 POIN
POIN SEKARANG: -1.000.002. 999.871
SISA GILIRAN: 1
Harry menyerah. Dengan sisa satu giliran yang bisa dia lakukan adalah memberikan tebakan terbaiknya, bahkan kalaupun itu tak terlalu bagus. “Tebakanku adalah bahwa permainan ini menggambarkan kehidupan.”
Sehelai kertas terakhir terbang melewati kepalanya, dibaca:
USAHA GAGAL
GAGAL GAGAL GAGAL
AIIIIIIIIIIEEEEEEEEEEEEEE
POIN SEKARANG: MINUS TAK TERHINGGA
KAU SUDAH KALAH DALAM PERMAINAN
INSTRUKSI TERAKHIR:
pergi ke kantor Profesor McGonagall
Kalimat terakhir adalah dalam tulisan tangannya sendiri.
Harry memandang kalimat terakhir itu untuk sebentar, kemudian mengangkat bahu. Baiklah. Kantor Profesor McGonagall kalau begitu. Kalau dia adalah sang Pengendali Permainan тАж .
Oke, jujur, Harry benar-benar tak punya gagasan bagaimana perasaannya kalau Profesor McGonagall adalah Pengendali Permainan. Pikirannya hanya menggambarkan kekosongan. Itu adalah, secara harfiah, tak terbayangkan.
Beberapa lukisan kemudianтАУitu bukanlah perjalanan yang panjang, kantor Profesor McGonagall tak jauh dari kelas Transfigurasinya, paling tidak bukan ketika hari Senin pada tahun ganjilтАУHarry berdiri di luar pintu kantornya.
Dia mengetuk.
“Masuk,” kata Profesor McGonagall dalam suara yang terredam.
Dia masuk.
Chapter 14: Tak Diketahui dan Tak Bisa Diketahui
Melenkurion abatha! Duroc minas mill J. K. Rowling!
*
Ada yang namanya pertanyaan misterius, tapi jawaban misterius adalah pertentangan dalam istilah.
*
“Masuk,” kata Profesor McGonagall dalam suara yang terredam.
Harry melakukannya.
Kantor dari Wakil Kepala Sekolah itu bersih dan tertata rapi; di dinding tepat di sebelah meja ada satu bilik kayu membingungkan dalam semua bentuk dan ukuran, kebanyakan dengan beberapa gulung perkamen yang dijejalkan ke dalamnya, dan terlihat entah bagaimana sangat jelas kalau Profesor McGonagall tahu persis apa arti tiap bilik, walaupun tidak ada orang lain yang tahu. Satu perkamen terbuka di meja yang nyatanya, memang, selain perkamen itu, bersih. Di belakang meja ada pintu yang tertutup dan dihalangi dengan beberapa kunci.
Profesor McGonagall sedang duduk di atas kursi tak bersandaran di belakang meja, terlihat bingungтАУmatanya melebar; mungkin dengan sedikit rona gelisah, saat dia melihat Harry.