Profesor McGonagall benar-benar tertawa. Itu adalah suara yang menyenangkan, gembira yang sepertinya tak cocok dengan wajah keras itu. “Kamu sedang mengalami momen ‘kau berubah jadi kucing’ lagi, bukan begitu, Tn. Potter. Kau mungkin tak ingin mendengar ini tapi itu terlihat cukup imut.”
“Berubah jadi kucing bahkan tak cukup untuk MEMULAI dibandingkan dengan ini. Kau tahu bahwa sampai saat ini aku punya pikiran terpendam di belakang pikiranku bahwa satu-satunya jawaban yang tersisa adalah bahwa seluruh alam semesta ini adalah suatu simulasi komputer seperti dalam buku Simulacron 3 tapi sekarang bahkan itu sudah tercoret karena mainan kecil ini TAK BISA DIKOMPUTASI TURING! Satu mesin Turing mampu mensimulasi kembali ke masa lalu ke dalam satu momen tertentu di masa lalu dan mengkomputasi masa depan berbeda dari sana, suatu mesin oracle bisa bersandar pada tingkah laku terputus-putus dari mesin yang lebih yang tua, namun apa yang kamu katakan adalah bahwa realitas entah bagaimana secara konsisten-mandiri mengkomputasi dalam satu gerakan memakai informasi yang belum тАж pernah тАж terjadi тАж .”
Kesadaran menghantam Harry bagai pukulan mesin lantak.
Itu semua mulai masuk akal sekarang. Itu semua akhirnya masuk akal.
“JADI SEPERTI ITU CARA KERJA COMED-TEA! Tentu saja! Mantranya tidak memaksa keadaan lucu untuk terjadi, itu cuma membuatmu merasakan suatu impuls untuk meminumnya tepat sebelum keadaan lucu yang memang akan terjadi juga! Bodohnya aku, aku harusnya sadar waktu aku merasakan impuls untuk meminum Comed-Tea sebelum pidato kedua Dumbledore, tak meminumnya, dan kemudian malah tersedak ludahku sendiriтАУmeminum Comed-Tea tidak menyebabkan keadaan komedi, komedilah yang membuatmu ingin meminum Comed-Tea! Aku melihat dua keadaan terkorelasi dan berasumsi bahwa Comed-Tea adalah sebabnya dan keadaan komedi adalah efeknya karena aku kira urutan sementara hubungan sebab-akibat terkendali dan grafik sebab-akibat harus berbentuk acyclic TAPI SEMUANYA MASUK AKAL BEGITU KAU MENGGAMBAR ARAH ANAK PANAH SEBAB-AKIBAT PERGI KE MASA LALU!”
Kesadaran menghantam Harry dalam mesin lantak kedua.
Kali ini dia berhasil untuk tetap diam, membuat hanya suara tercekik kecil seperti kucing sekarat saat dia sadar siapa yang sudah menaruh catatan-catatan itu pada ranjangnya pagi ini.
Mata Profesor McGonagall bersinar. “Setelah kamu lulus, atau mungkin bahkan sebelum itu, kamu benar-benar harus mengajarkan beberapa teori Muggle itu di Hogwarts, Tn. Potter. Mereka terdengar cukup menakjubkan, walaupun semuanya salah.”
“Glehhahhh…”
Profesor McGonagall memberinya beberapa basa-basi lagi, memintanya beberapa janji lagi yang atasnya Harry mengangguk, berkata sesuatu tentang jangan berbicara dengan ular di tempat yang orang bisa mendengarnya, mengingatkannya untuk membaca pamfletnya, dan kemudian entah bagaimana Harry menemukan dirinya berdiri di luar kantornya dengan pintu tertutup rapat di belakangnya.
“Gaahhhrrrraa тАж .” kata Harry.
Wah, ya pikirannya benar meledak.
Tak cuma dari kenyataan bahwa, kalau bukan karena Keisengan, dia mungkin tak akan pernah memperoleh Time-Turner di tempat pertama.
Atau bahwa Profesor McGonagall akan memberikannya pada dia juga, hanya saja mungkin di waktu nanti hari itu, kapanpun dia akhirnya sampai pada pembicaraan tentang kelainan tidurnya atau menceritakannya tentang pesan Topi Seleksi? Dan apakah dia, pada waktu itu, sudah ingin memberi Keisengan pada dirinya sendiri yang akan membuatnya memperoleh Time-Turner lebih awal? Hingga satu-satunya kemungkinan kosisten-mandiri adalah yaitu di mana Keisengan terjadi bahkan sebelum dia bangun di pagi hari тАж ?
Harry menemukan dirinya mempertimbangkan, untuk yang pertama kali dalam hidupnya, bahwa jawaban atas pertanyaannya mungkin secara harfiah tak terpikirkan. Bahwa karena otaknya sendiri tersusun atas neuron-neuron yang hanya berjalan maju dalam waktu, tak ada yang bisa dilakukan otaknya, tak ada operasi yang bisa dilakukannya, yang bisa mengkonjugasikan operasi dari Time-Turner.
Sampai saat ini Harry sudah hidup berdasar peringatan dari E. T. Jaynes bahwa kalau kamu tidak tahu tentang suatu fenomena, itu adalah kenyataan atas keadaan pikiranmu sendiri, bukannya kenyataan tentang fenomena itu sendiri; bahwa ketidakyakinanmu adalah fakta tentang dirimu, bukan fakta dari apapun yang kamu merasa tak yakin; bahwa pengabaian hanya ada di dalam pikiran, bukan dalam realitas; bahwa suatu peta kosong tidak dapat disamakan dengan wilayah yang kosong. Ada yang namanya pertanyaan misterius, tapi jawaban misterius adalah pertentangan dalam istilah. Suatu fenomena bisa jadi misterius untuk seseorang tertentu, namun tidak mungkin ada fenomena yang misterius untuk dirinya sendiri. Untuk memuja suatu misteri keramat itu cuma memuja kebodohanmu sendiri.
Jadi Harry sudah menatap sihir dan menolak untuk terintimidasi. Orang-orang tak memiliki rasa sejarah, mereka belajar tentang kimia dan biologi dan astronomi dan walaupun hal-hal ini selalu jadi daging dari sains, bahwa mereka tak pernah misterius. Bintang-bintang yang dulunya adalah misteri. Lord Kelvin yang dulu menyebut itulah sifat alami dari kehidupan dan biologiтАУrespon dari otot atas kehandak manusia dan generasi atas pohon-pohon dari benihтАУsuatu misteri yang “tak terhingga melampaui” jangkauan sains. (Bukan cuma sedikit melampaui, ingat, tapi tak terhingga melampaui. Lord Kelvin jelas merasakan beban emosi besar dari tak mengetahui sesuatu.) Setiap misteri yang pernah dipecahkan dulunya adalah teka-teki mulai dari permulaan spesies manusia sampai seseorang akhirnya memecahkannya.
Sekarang, untuk pertama kalinya, dia sedang berhadapan dengan suatu prospek dari misteri yang mengancam untuk jadi permanen. Kalau Waktu tidak bekerja melalui jaringan sebab-akibat acyclic maka Harry tidak paham apa yang dimaksud dengan sebab dan akibat; dan kalau Harry tak memahami sebab-sebab dan akibat-akibat maka dia tidak memahami hal macam apa yang sebenarnya menyusun realitas; dan adalah sangat mungkin bahwa pikiran manusianya tak akan pernah mengerti, karena otaknya terbuat dari neuron waktu-linear kuno, dan ini ternyata adalah satu subset realitas yang memiskinkan.
Di sisi positifnya, Comed-Tea, yang dulunya seolah sebegitu mahakuasa dan tak bisa dipercaya, ternyata memiliki penjelasan yang lebih sederhana. Yang dia lewatkan hanya karena kebenarannya benar-benar di luar ruang hipotesis atau sesuatu yang otaknya sudah kembangkan untuk pahami. Namun sekarang dia sebenarnya sudah memahaminya, mungkin. Yang semacam membesarkan hati. Sedikit banyak.
Harry melirik jamnya. Itu sudah mendekati 11 AM, dia tidur tadi malam pada pukul 1 AM, jadi dalam keadaan alamiah situasi ini dia akan tidur pada malam ini di 3 AM. Jadi untuk tertidur pada 10 PM dan bangun di 7 AM, dia harus kembali total lima jam. Yang artinya kalau dia ingin kembali ke kamarnya di sekitar jam 6 AM, sebelum semua orang terbangun, dia harus cepat-cepat dan тАж .
Bahkan saat dipikir kembali Harry tidak mengerti bagaimana dia berhasil melakukan setengah dari hal-hal menyangkut Keisengan. Dari mana datangnya pie itu?
Harry mulai benar-benar takut dengan perjalanan lintas waktu.
Di sisi lain, dia harus mengakui bahwa itu memang kesempatan yang tak tergantikan. Suatu keisengan yang bisa kau berikan pada dirimu sendiri sekali seumur hidup, dalam enam jam ketika kau mengetahui tentang Time-Turner.
Kenyataannya adalah bahwa ini lebih membingungkan, ketika Harry memikirkannya lagi. Waktu sudah memnyediakan baginya Keisengan yang sudah selesai sebagai fait accompli (keadaan yang dihadapi), dan namun itu adalah, cukup jelas, hasil kerjanya sendiri. Konsep dan eksekusi dan gaya tulis. Setiap bagiannya, bahkan bagian-bagian yang dia masih belum mengerti.
Yah, waktu ini adalah satu-pemborosan dan ada paling banyak sekitar tiga puluh jam dalam satu hari. Harry memang tahu beberapa dari apa yang harus dia lakukan, dan dia lebih baik mencari tahu sisanya, seperti urusan pie, selagi dia bekerja. Tak ada gunanya menunda. Dia tak bisa mencapai apa pun terjebak di sini di masa depan.
*
Lima jam yang lalu, Harry mengendap-endap ke dalam kamarnya dengan jubahnya ditarik menutupi kepalanya sebagai semacam penyamaran tipis, untuk jaga-jaga seseorang sudah terjaga dan melihatnya di saat yang sama dengan Harry yang masih terbaring di ranjangnya. Dia tidak ingin diharuskan menjelaskan pada semua orang tentang masalah medis kecilnya dengan Duplikasi Spontan.