Tak seperti aula universitas, tidak ada barisan kursi lipat; melainkan meja dan kursi kayu Hogwats yang cukup biasa, disusun dalam garis lengkung memanjang di tiap tingkat ruang kelas. Kecuali bahwa tiap meja memiliki objek datar, putih, kotak, misterius yang di tempatkan di atasnya.
Di tengah panggung raksasa, di atas mimbar kecil dari pualam yang lebih gelap, ada satu meja guru. Yang atasnya Quirrell duduk terpuruk di atas kursinya, kepala terkulai, sedikit mengeluarkan air liur ke atas jubahnya.
Sekarang itu mengingatkanku atas apa тАж ?
Harry sudah tiba di kelas sebegitu awal hingga tak ada murid lain yang ada di sana. (Bahasa Inggris terasa cacat ketika dipakai menjelaskan perjalanan lintas waktu; khususnya, Bahasa Inggris kekurangan kata-kata untuk menggambarkan betapa nyamannya hal itu.) Quirrell sepertinya tidak тАж berfungsi тАж saat ini, dan Harry merasa tak berminat untuk mendekati Quirrell pula.
Harry memilih satu meja, naik menuju meja itu, duduk, dan mengambil buku teks Pertahanan. Dia ada di sekitar tujuh perdelapan bagian dalam menyelesaikannyaтАУdia merencanakan untuk menyelesaikan buku itu sebelum akhir pelajaran ini, sebenarnya, namun dia sekarang berada jauh di belakang jadwal dan dia sudah menggunakan Time-Turner dua kali hari ini.
Tak lama ada suara-suara saat ruang kelas mulai terisi. Harry mengabaikan mereka.
“Potter? Apa yang kau lakukan di sini?”
Suara itu tidak seharusnya di sini. Harry melihat ke atas. “Draco? Apa yang kau lakukan di oh ya tuhan kau punya pengikut.”
Salah satu bocah yang berdiri di belakang Draco sepertinya memiliki otot yang cukup besar untuk ukuran anak umur sebelas tahun, dan yang lain bersiap dalam kuda-kuda yang terlihat seimbang mencurigakan.
Si bocah berrambut-pirang-putih tersenyum cukup sombong dan menunjuk ke belakangnya. “Potter, aku kenalkan padamu Tn. Crabbe,” tangannya kemudian bergerak dari Otot ke Seimbang, “Tn. Goyle. Vincent, Gregory, ini adalah Harry Potter.”
Tn. Goyle memiringkan kepalanya dan memberi Harry satu pandangan yang harusnya bermakna sesuatu tapi cuma terlihat seperti seolah menyipit. Tn. Crabbe berkata “Senang ketemu elo” dalam nada yang terdengar seolah dia mencoba menurunkan suaranya sejauh yang dia bisa.
Sekilas ekspresi kekhawatiran melintas di wajah Draco, namun dengan cepat digantikan dengan senyum superiornya.
“Kau punya pengikut!” Harry mengulangi. “Di mana aku bisa dapat pengikut?”
Seringai Draco semakin melebar. “Aku takut, Potter, bahwa langkah pertama adalah dengan Diseleksi masuk ke SlytherinтАУ”
“Apa? Itu tak adil!”
“тАУdan kemudian untuk keluargamu sudah mengaturnya sebelum kamu lahir.”
Harry melihat Tn. Crabbe dan Tn. Goyle. Mereka berdua seolah seperti mencoba sangat keras untuk terlihat menjulang. Yaitu, mereka mencondongkan tubuh ke depan, membungkukkan bahu mereka, menjulurkan leher mereka dan menatap tajam pada Harry.
“Um тАж tunggu dulu,” kata Harry. “Ini sudah diatur bertahun-tahun yang lalu?”
“Tepat sekali, Potter. Aku takut kamu belum beruntung.”
Tn. Goyle memunculkan tusuk gig dan mulai membersihkan giginya, masih menjulang.
“Dan,” kata Harry, “Lucius bersikeras supaya kamu tidak tumbuh dan mengenal penjagamu, dan bahwa kamu hanya bertemu dengan mereka pada hari pertama sekolah.”
Itu menghapus senyum di wajah Draco. “Ya, Potter, kita semua tahu kalau kamu itu brilian, seluruh sekolah tahu sekarang, kamu bisa berhenti pamerтАУ”
“Jadi, mereka sudah diberitahu seluruh hidup mereka kalau mereka akan jadi pengikutmu dan mereka menghabiskan bertahun-tahun membayangkan apa yang harusnya dilakukan seorang pengikutтАУ”
Draco meringis.
“тАУdan yang lebih buruk, mereka memang kenal satu sama lain dan mereka sudah berlatihтАУ”
“Si bos nyuruh lo diam,” Tn. Crabbe bergumam. Tn. Goyle menggigit tusuk giginya, menempatkannya di antara giginya, dan memakai satu tangan untuk meretakkan kepalan tangan lainnya.
“Aku menyuruh kalian untuk tak melakukan ini di depan Harry Potter!”
Keduanya terlihat sedikit malu dan Tn. Goyle dengan cepat memasukkan tusuk gigi itu ke saku dalam jubahnya.
Namun di saat Draco berbalik dari mereka untuk menghadap Harry lagi, mereka kembali lagi menjulangkan diri.
“Aku minta maaf,” kata Draco kaku, “atas penghinaan yang para dungu ini sudah beri padamu.”
Harry memberi pandangan penuh arti pada Tn. Crabbe dan Tn. Goyle. “Aku kira kau sedikit terlalu keras pada mereka, Draco. Aku pikir mereka bertindak sama persis dengan cara yang aku mau pengikutku lakukan. Maksudku, kalau aku punya pengikut.”
Rahang Draco terjatuh.
“Hey, Gregory, lo pikir dia nyoba ngrayu kita dari bos, ya ga?”
“Aku yakin Tn. Potter tak akan sebodoh itu.”
“Oh, aku tidak akan memimpikan itu,” kata Harry dengan halus. “itu cuma sesuatu untuk diingat kalau majikan kalian sekarang sepertinya tak menghargai. Lagipula, tak ada salahnya untuk memiliki penawaran lain waktu kalian mendiskusikan kondisi kerja kalian, benar?”
“Ngapain dia di Ravenclaw?”
“Aku tak bisa bayangkan, Tn. Crabbe.”
“Kalian berdua tutup mulut,” kata Draco dengan gigi mengertak. “Itu perintah.” Dengan usaha yang kentara, dia mengalihkan perhatiannya pada Harry lagi. “Bagaimanapun juga, apa yang kau lakukan di dalam kelas Pertahanan Slytherin?”
Harry mengerutkan dahi. “Tunggu dulu.” Tangannya masuk ke dalam kantongnya. “Jadwal.” Dia melihat ke perkamen itu. “Pertahanan, 2:30 pm, dan sekarang ini тАж .” Harry melihat jam mekaniknya, yang menunjukkan pukul 11:23. “2:23, kecuali aku lupa waktu. Ya kan?” Kalaupun memang, yah, Harry tahu bagaimana cara untuk sampai pada pelajaran apa pun yang harusnya dia hadiri. Tuhan dia mencintai Time-Turnernya dan suatu hari, ketika Harry sudah cukup dewasa, mereka akan menikah.
“Tidak, itu sepertinya benar,” kata Draco, terlihat kebingungan. Pandangannya berbalik untuk melihat sisa auditorium, yang mulai terisi jubah berpotongan hijau dan тАж .
“Gryffindorks!” Draco meludah. “Apa yang mereka lakukan di sini?”
“Hm,” kata Harry. “Profesor Quirrell memang pernah mengatakan тАж aku lupa kata-kata tepatnya тАж bahwa dia akan mengabaikan beberapa kebiasaan mengajar Hogwarts. Mungkin dia hanya menggabungkan seluruh kelasnya.”
“Huh,” kata Draco. “Kau Ravenclaw pertama di sini.”
“Yup. Sampai di sini lebih awal.”
“Apa yang kau lakukan duduk sejauh ini di baris belakang, kalau begitu?”
Harry berkedip. “Aku tak tahu, di sini sepertinya tempat yang baik untuk duduk?”
Draco membuat suara mencemooh. “Kau tak akan lebih jauh lagi dari guru bahkan kalau kau coba.” Si bocah berrambut pirang mencondong sedikit lebih dekat. “Bagaimanapun juga, apa benar tentang apa yang kau katakan pada Derrick dan krunya?”
“Siapa Derrick?”
“Kau memukulnya dengan pie?”
“Dua pie, sebenarnya. Apa yang sudah kukatakan padanya?”
“Bahwa dia tidak melakukan sesuatu yang licik ataupun ambisius dan dia merupakan aib bagi Salazar Slytherin.” Draco memandang tajam ke arah Harry.
“Itu тАж kedengarannya cukup tepat,” kata Harry. “Aku pikir itu lebih seperti, ‘Apakah ini semacam rencana luar biasa yang akan memberimu keuntungan masa depan atau apakah ini tak lebih dari aib atas kenangan Salazar Slytherin karena itu terlihat seperti’ atau sesuatu yang seperti itu. Aku tak ingat kata-kata persisnya.”
“Kau membingungkan semua orang, kau tahu,” kata bocah berrambut pirang.