Выбрать главу

“Huh?” kata Harry dalam kebingungan murni.

“Warrington berkata bahwa menghabiskan waktu lama di bawah Topi Seleksi adalah satu tanda peringatan atas Penyihir Kegelapan besar. Semua orang sedang membicarakannya, ingin tahu apakah mereka harus mulai menjilatmu untuk berjaga-jaga. Lalu kemudian kau malah melindung sekelompok Hufflepuff, demi Merlin. Kemudian kau berkata pada Derrick kalau dia adalah aib bagi kenangan Salazar Slytherin! Apa yang harusnya kami pikirkan?

“Bahwa Topi Seleksi memutuskan untuk memasukkan aku ke dalam Asrama ‘Slytherin! Cuma bercanda! Ravenclaw!’ dan aku sudah melakukan tindakan yang sesuai.”

Tn. Crabbe dan Tn. Goyle keduanya terkikik, menyebabkan Tn. Goyle dengan cepat menutup mulutnya dengan tangan.

“Kita sebaiknya cepat mencari kursi,” kata Draco. Dia ragu, meluruskan diri sedikit, berbicara sedikit lebih formal. “Namun aku memang ingin melanjutkan perbincangan kita terakhir kali dan aku menerima persyaratan yang kamu ajukan.”

Harry mengangguk. “Apakah kamu tak keberatan kalau aku menunggu sampai Sabtu sore? Aku sedikit ada dalam suatu kontes saat ini.”

“Suatu kontes?”

“Melihat apakah aku bisa membaca seluruh buku-buku pelajaranku secepat yang dilakukan Hermione Granger.”

“Granger,” Draco menirukan. Matanya mengecil. “Si darah lumpur yang berpikir kalau dirinya adalah Merlin? Kalau kamu mencoba untuk menunjukkan padanya maka seluruh Slytherin mendoakanmu yang terbaik, Potter, dan aku tak akan mengganggumu sampai Sabtu.” Draco memiringkan kepalanya dengan hormat, dan berjalan pergi, dibuntuti para pengikutnya.

Oh, ini akan jadi sebegitu menyenangkan untuk diseimbangkan, aku sudah tahu.

Ruang kelas sudah terisi dengan cepat sekarang dengan seluruh empat warna: hijau, merah, kuning, dan biru. Draco dan kedua temannya sepertinya tangah mencoba memperoleh tiga tempat duduk berjejerтАУyang sudah ditempati, tentu saja. Tn. Crabbe dan Tn. Goyle sudah berusaha menjulang dengan keras, namun itu sepertinya tak punya banyak pengaruh.

Harry memandang kembali ke buku Pertahanannya dan melanjutkan membaca

*

Pada pukul 2:35 PM, ketika kebanyakan tempat duduk sudah terisi dan tak ada orang yang sepertinya masuk, Profesor Quirrell membuat kejang seketika dan duduk tegap, dan wajahnya muncul dalam semua objek datar, putih kotak yang ditempatkan di meja-meja para murid.

Harry terkejut, dengan kemunculan tiba-tiba wajah Profesor Quirrell dan juga dengan kemiripan benda itu dengan televisi Muggle. Ada sesuatu yang nostalgis dan sedih tentangnya, itu terlihat sebegitu mirip dengan yang dia miliki di rumah namun juga itu tidak тАж .

“Selamat sore, murid-murid mudaku,” kata Profesor Quirrell. Suaranya terdengar seperti datang dari layar di meja dan seolah berbicara langsung kepada Harry. “Selamat datang pada pelajaran pertama kalian di dalam Pertempuran Sihir, seperti sebutan yang diberikan oleh para pendiri Hogwarts; atau, seperti yang merupakan sebutannya di akhir abad dua puluh, Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam.”

Ada sejumlah gerakan mencatat panik saat para murid, benar-benar tak menyangka, mengambil perkamen atau buku catatan mereka.

“Tidak,” kata Profesor Quirrell. “Jangan repot-repot mancatat apa sebutan dari subjek ini dulu. Tak ada pertanyaan tak berguna macam itu yang akan berpengaruh pada nilai kalian dalam pelajaranku. Aku janji.”

Banyak murid duduk dengan tegap mendengarnya, terlihat sedikit terkejut.

Profesor Quirrell tersenyum tipis. “Mereka dari kalian yang membuang waktu dengan membaca buku pelajaran Pertahanan tak berguna kalianтАУ”

Seseorang membuat suara tercekat. Harry penasaran apakah itu Hermione.

“тАУmungkin memperoleh suatu kesan bahwa meski subjek ini disebut Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, ini sebenarnya adalah tentang bagaimana bertahan melawan Kupu-Kupu Mimpi Buruk, yang menyebabkan mimpi buruk ringan, atau Siput Asam, yang bisa melelehkan menembus dua inci balok kayu apabila dibiarkan sepanjang hari.”

Profesor Quirrell berdiri, mendorong kursinya ke belakang dari meja. Layar di meja Harry mengikuti tiap gerakannya. Profesor Quirrell berjalan menuju ke depan ruang kelas, dan berseru:

“Ekor-Berduri Hungaria lebih tinggi dari selusin manusia! Dia mengeluarkan napas api sebegitu cepat dan sebegitu akurat hingga dia bisa melelehkan Snitch di tengah terbang! Satu Kutukan Pembunuh akan membereskannya!”

Ada suara tercekat dari para murid.

“Troll Gunung lebih berbahaya dari Ekor-Berduri Hungaria! Dia cukup kuat untuk menggigit menembus besi! Kulitnya cukup tangguh untuk menahan Kutukan Penghenti dan Mantra Pemotong! Indera penciumannya sebegitu tajam dia bisa mengetahui dari jauh apakah mangsanya adalah bagian dari satu kelompok, atau sendirian dan mudah diserang! Yang paling ditakuti dari semua, troll itu unik dari semua makhluk magis dalam keadaannya yang terus-menerus menjaga suatu bentuk Transfigurasi pada dirinya sendiriтАУdia selalu berubah menjadi badannya sendiri. Jika kalian entah bagaimana berhasil memotong tangannya dia akan menumbuhkan yang lain dalam hitungan detik! Api dan asam akan menghasilkan luka pada jaringan kulit yang akan untuk sementara waktu membingungkan kekuatan regeneratif trollтАУuntuk satu atau dua jam! Mereka cukup cerdas untuk menggunakan gada sebagai alat! Troll gunung adalah mesin pembunuh sempurna nomor tiga dalam seluruh Alam! Satu Kutukan Pembunuh akan membereskannya!”

Para murid terlihat cukup terkejut.

Profesor Quirrell tersenyum dengan rona muram. “Alasan menyedihkan kalian untuk buku pelajaran Pertahanan akan menyarankan supaya kalian memaparkan troll gunung kepada sinar matahari, yang akan membekukannya. Ini, murid-murid mudaku, adalah jenis pengetahuan tak berguna yang tak akan kalian temukan di dalam pengajaranku. Kalian tidak akan bertemu dengan troll gunung di siang bolong! Gagasan bahwa kalian harus memanfaatkan sinar matahari untuk menghentikan mereka adalah hasil dari para penulis buku pelajaran bodoh yang mencoba untuk memamerkan pengusaan hal-hal detail mereka dengan mengorbankan praktikalitas. Hanya karena memang ada cara tak biasa untuk menghadapi troll gunung bukan berarti kalian harus benar-benar memakainya! Kutukan Pembunuh itu tak bisa ditangkis, tak bisa dihentikan, dan selalu berhasil tiap kali digunakan untuk semua yang memiliki otak. Jika, sebagai penyihir dewasa, kalian mendapati diri tak mampu menggunakan Kutukan Pembunuh, maka kalian tinggal menggunakan Apparition! Demikian juga kalau kalian menghadapi mesin pembunuh sempurna nomor dua, Dementor, kalian tinggal menggunakan Apparation!”

“Kecuali, tentu saja,” kata Profesor Quirrell, suaranya sekarang lebih rendah dan lebih keras, “kalian ada di bawah pengaruh mantra anti-Apparition. Tidak, tepatnya ada satu monster yang mampu mengancam kalian ketika kalian sudah benar-benar dewasa. Satu-satunya monster paling berbahaya di seluruh dunia, sebegitu berbahayanya hingga tidak ada satu pun yang bisa mendekatinya. Penyihir Kegelapan. Itu adalah satu-satunya hal yang akan masih mampu mengancam kalian.”

Bibir Profesor Quirrell membentuk garis tipis. “Aku akan dengan enggan mengajari kalian hal-hal sepele untuk mencapai nilai yang cukup agar bisa meluluskan kalian pada bagian yang diwajibkan Kementerian dalam ujian akhir tahun pertama kalian. Karena nilai pasti kalian dalam bagian ini tidak akan membuat perbedaan dalam kehdupan masa depan kalian, siapa pun yang ingin memperoleh lebih dari nilai lulus akan dipersilakan untuk membuang waktu mereka sendiri untuk mempelajari alasan menyedihkan untuk buku-buku pelajaran kita ini. Judul dari subjek ini bukanlah Pertahanan Terhadap Hama Kecil. Kalian ada di sini untuk belajar bagaimana caranya mempertahankan diri kalian sendiri melawan Ilmu Hitam. Yang artinya, mari kita memperjelas hal ini, mempertahankan diri melawan Penyihir Kegelapan. Orang-orang dengan tongkat sihir yang ingin menyakiti kalian dan yang akan sangat mungkin berhasil melakukannya kecuali kalian melukai mereka terlebih dulu! Tidak ada pertahanan tanpa menyerang! Tidak ada pertahanan tanpa pertarungan! Realitas ini dirasa terlalu kejam untuk anak berumur sebelas tahun oleh politisi gemuk, dengan upah berlebih, dan dijaga Auror yang mewajibkan kurikulum kalian. Pergi ke neraka dengan para bodoh ini! Kalian ada di sini untuk subjek yang sudah diajarkan di Hogwarts selama delapan ratus tahun! Selamat datang di Pertempuran Sihir tahun pertama kalian!”