Выбрать главу

Harry mengambil Kertas-2 dalam tangannya yang bergetar, dan membukanya.

Kertas-2 berkata dalam tulisan tangan yang sedikit gemetar:

JANGAN MACAM-MACAM DENGAN WAKTU

Harry menuliskan “JANGAN MACAM-MACAM DENGAN WAKTU” di Kertas-1 dalam tulisan tangan yang sedikit gemetar, melipatnya dengan rapi dan memutuskan untuk tidak melakukan eksperimen brilian atas Waktu sampai dia paling tidak berumur lima belas tahun.

Sejauh pengetahuan Harry, itu adalah hasil eksperimen paling menakutkan dalam seluruh sejarah sains.

Entah kenapa terasa sulit untuk Harry berkonsentrasi dalam membaca buku-buku pelajarannya selama sejam kemudian.

Seperti itulah bagaimana hari Kamis Harry dimulai.

*

Kamis.

Kalau kamu ingin spesifik, 3:32 pm pada Kamis sore.

Harry dan semua pemuda tahun pertama lainnya berada di lapangan berumput bersama Madam Hooch, berdiri di samping persediaan sapu. Para gadis akan belajar terbang secara terpisah. Rupanya, untuk alasan tertentu, para gadis tak mau belajar bagaimana caranya terbang di atas sapu apabila ada anak laki-laki.

Harry merasa sedikit goyah sepanjang hari. Dia sepertinya tak bisa berhenti penasaran bagaimana bisa putaran waktu stabil yang itu yang sudah terpilih dari apa yang merupakan, apabila dipikir kembali, suatu ruang kemungkinan yang cukup besar.

Juga: serius, sapu? Dia akan terbang menaiki sesuatu, yang pada dasarnya, satu segmen garis? Bukankah itu sedikit banyak suatu bentuk yang paling tak stabil yang bisa kau temukan, selain mencoba berpegangan pada titik kelereng? Siapa yang memilih desain itu untuk alat terbang, dari semua kemungkinan? Harry tadinya berharap kalau itu cuma kiasan, tapi tidak, mereka sedang berdiri di depan apa yang terlihat bagi semua yang ada di dunia sebagai sapu dapur kayu biasa. Apakah seseorang sudah terjebak pada ide sapu terbang dan tak mampu untuk mempertimbangkan yang lain? Itu harusnya yang sudah terjadi. Tidak mungkin bahwa desain optimal untuk membersihkan dapur dan terbang akan tanpa sengaja serupa jika kamu mengerjakan mereka berdua dari awal.

Itu adalah hari yang cerah dengan langit biru terang dan matahari terang benderang yang memohon untuk masuk ke matamu dan membuatnya tak mungkin untuk melihat, kalau kamu mencoba untuk terbang mengitari langit. Tanahnya saat ini terasa enak dan kering, beraroma matang, dan entah kenapa terasa sangat, sangat keras di bawah sepatu Harry.

Harry terus mengingatkan dirinya bahwa kelompok persekutuan terkecil atas anak umur sebelas memang diharapkan untuk mempelajari ini dan ini tidak sesulit itu.

“Julurkan tangan kanan kalian ke atas sapu, atau tangan kiri kalau kalian kidal,” kata Madam Hooch. “Dan ucapkan, NAIK!”

“NAIK!” semua berteriak.

Sapu itu langsung melompat dengan penuh semangat ke tangan Harry.

Yang menempatkannya di peringkat atas kelas, untuk kali pertama. Sepertinya mengucapkan “NAIK!” itu lebih sukar dari kelihatannya, dan kebanyakan sapu cuma berguling-guling di tanah atau malah berusaha menjauh dari calon pengendaranya.

(Tentu saja Harry berani bertaruh bahwa Hermione sudah melakukan paling tidak sama baiknya ketika tiba waktunya untuk mencoba, lebih awal hari itu. Tidak mungkin ada sesuatu yang dia kuasai dalam percobaan pertama yang akan mencengangkan Hermione, dan kalaupun ada dan itu ternyata adalah mengendarai sapu bukannya sesuatu yang intelektual, Harry lebih baik mati saja.)

Butuh beberapa waktu untuk semuanya memperoleh sapu di hadapan mereka. Madam Hooch menunjukkan pada mereka bagaimana cara menaiki dan kemudian berjalan mengelilingi lapangan, memperbaiki pegangan dan kuda-kuda. Sepertinya bahkan di antara beberapa anak yang diizinkan terbang di rumah, mereka tidak diajari bagaimana cara melakukannya dengan benar.

Madam Hooch mengamati bocah-bocah di lapangan, dan mengangguk. “Sekarang, waktu aku meniup peluitku, kalian menjejak ke tanah, keras-keras.”

Harry menelan keras, mencoba meredam perasaan mual di perutnya.

“Pegang erat-erat sapu kalian, naik kira-kira semeter, kemudian langsung turun lagi dengan cara agak membungkuk ke depan. Perhatikan peluitтАФtigaтАФduaтАУ”

Salah satu dari sapu-sapu meluncur naik, ditemani teriakan seorang anak laki-lakiтАУteriakan ngeri, bukan gembira. Anak itu berputar dalam kecepatan yang mengerikan saat dia naik, mereka hanya melihat sekilas wajah putihnyaтАУ

Seolah dalam gerak lambat, Harry melompat turun dari sapunya sendiri dan mencari tongkat sihirnya, walau dia tak benar-benar tahu apa yang ingin dia lakukan dengan benda itu, dia tepatnya sudah menerima dua sesi Mantra dan yang terakhir memang tentang Mantra Penerbang tapi Harry hanya mempu menggunakan mantra itu dengan sukses satu kali dari tiga percobaan dan dia jelas tak mampu mengangkat satu orangтАУ

Jika ada kekuatan tersembunyi di dalamku, biarkan itu menyatakan dirinya SEKARANG!

“Kembali, nak!” teriak Madam Hooch (yang harusnya merupakan instruksi paling tak membantu yang bisa dibayangkan untuk menghadapi sapu hilang kendali, dari instruktur terbang, dan bagian dari otak Harry yang benar-benar otomatis menambahkan Madam Hooch dalam daftarnya yang berisi para bodoh).

Dan bocah itu terlempar dari sapunya.

Dia sepertinya bergerak sangat lambat menembus udara, awalnya.

“Wingardium Leviosa!” jerit Harry.

Mantranya gagal. Dia bisa merasakannya gagal.

Ada THUD dan suara sesuatu patah di tempat jauh, dan bocah itu tergeletak tengkurap di rumput dalam gundukan.

Harry menaruh kembali tongkat sihirnya dan berlari sekencang mungkin. Dia tiba di samping si bocah bersamaan dengan Madam Hooch, dan Harry menjangkau kantongnya dan mencoba mengingat oh tuhan apa namanya ya sudah dia coba saja “Kotak Penyembuh!” dan itu muncul di tangannya danтАУ

“Pergelangan tangannya patah,” kata Madam Hooch. “Tenang, nak, dia cuma patah pergelangan tangan saja!”

Ada suatu pergerakan mental tiba-tiba saat pikiran Harry keluar dari Mode Panik.

Kotak Penyembuhan Darurat Plus tergeletak terbuka di depannya, dan ada semprotan api likuid di tangan Harry, yang akan menjaga otak bocah itu teroksigenasi kalau dia mematahkan lehernya.

“Ah тАж .” Harry berkata dalam suara yang sedikit bergetar. Jantungnya berdebar sebegitu keras hingga dia nyaris tak bisa mendengar dirinya sendiri bernapas terengah-engah. “Tulang patah тАж benar тАж Benang Pengatur?”

“Itu hanya untuk keadaan darurat saja,” bentak Madam Hooch. “Singkirkan itu, dia baik-baik saja.” Dia mencondongkan diri pada si bocah, menawarinya bantuan untuk berdiri. “Ayo, nak, tidak apa-apa, bangunlah!”

“Kau tidak benar-benar akan menyuruhnya mengendarai sapu lagi kan?” kata Harry dengan ngeri.

Madam Hooch memberi Harry tatapan tajam. “Tentu saja tidak!” dia menarik bocah itu berdiri memakai tangannya yang tidak patahтАУHarry melihat dengan terkejut bahwa bocah itu adalah Neville Longbottom lagi, ada apa dengannya?тАУdan Madam Hooch berbalik kepada semua anak-anak yang melihat. “Tak seorang pun dari kalian boleh bergerak sementara aku membawa anak ini ke rumah sakit. Biarkan sapu-sapu itu di tanah, kalau tidak, kalian akan dikeluarkan dari Hogwarts sebelum kalian sempat mengucapkan ‘Quidditch’. Ayo, Nak.”

Dan Madam Hooch berjalan pergi bersama Neville, yang memegangi pergelangan tangannya dan mencoba mengendalikan isakan tangisnya.

Ketika mereka sudah tak terdengar, salah satu dari para Slytherin mulai terkikik.

Yang memulai murid lainnya.

Harry berbalik dan memandang ke arah mereka. Itu sepertinya adalah waktu yang baik untuk mengingat beberapa wajah.

Dan Harry melihat Draco berjalan ke arahnya, ditemani Tn. Crabbe dan Tn. Goyle. Tn. Crabbe tidak tersenyum. Tn. Goyle jelas iya. Draco sendiri mengenakan wajah yang sangat terkendali yang berkedut sesekali, yang dari mana Harry simpulkan kalau Draco menganggap itu semua menggelikan namun tak melihat keuntungan politik yang bisa diambil dengan tertawa saat ini bukannya di ruang bawah tanah Slytherin nanti.