Выбрать главу

Dumbledore sekali lagi menjangkau ke dalam laci meja yang sama dengan yang tadi dia buka, kali ini sepertinya mencari-cari di bagian dalamтАУpaling tidak tangannya terlihat bergerak. “Aku akan berkomentar,” kata Dumbledore selagi Harry masih mencoba memilah bagaimana cara menjawab balasan yang benar-benar tak disangka-sangka ini, “bahwa adalah kesalahpahaman yang sering terjadi atas Ravenclaw bahwa seluruh anak-anak cerdas akan Diseleksi ke sana, dan tidak menyisakan untuk Asrama lain. Bukan begitu; Diseleksi ke Ravenclaw menandakan bahwa kamu didorong oleh keinginanmu untuk mengetahui hal-hal, yang merupakan kualitas yang tidak sama dengan kepandaian.” Sang penyihir tersenyum saat dia membungkuk di atas laci. “Meskipun demikian, kamu memang terlihat cukup cerdas. Tidak terlalu mirip dengan pahlawan muda biasa dan lebih seperti penyihir kuno misterius muda. Aku pikir aku mungkin sudah mengambil pendekatan yang salah denganmu, Harry, dan bahwa kamu mungkin mampu memahami hal-hal yang hanya sedikit yang bisa pahami. Jadi aku akan sedikit berani, dan menawarimu warisan tertentu yang lain.”

“Apa maksudmu тАж ” Harry terkesiap. “Ayahku тАж memiliki batu lain?”

“Maaf,” kata Dumbledore, “Aku ini masih lebih tua dan lebih misterius dari kamu dan kalau akan ada yang perlu diperlihatkan maka aku yang akan memperlihatkan, terima kasih тАж oh, di mana sih benda itu!” Dumbledore menjangkau lebih jauh ke dalam laci, dan masih lebih jauh. Kepalanya dan pundaknya dan seluruh badannya menghilang di dalam sampai hanya pinggang dan kakinya yang terlihat, seolah laci meja itu sudah melahapnya.

Harry tak bisa tidak penasaran seberapa banyak benda-benda di dalamnya dan seperti apa seluruh inventori akan terlihat.

Akhirnya Dumbledore bangkit keluar kembali dari laci itu, memegang tujuan pencariannya, yang dia letakkan di atas meja di samping batu itu.

Itu adalah buku pelajaran bekas, kumal, usang berjudul Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjutan oleh Libatius Borage. Ada gambar botol berasap di sampulnya.

“Ini,” Dumbledore melantunkan, “adalah buku pelajaran Ramuan tahun kelima ibumu.”

“Yang harus kubawa denganku setiap saat,” kata Harry.

“Yang menyimpan rahasia mengerikan. Satu rahasia yang pengungkapannya terbukti sebegitu membawa petaka hingga aku harus memintamu untuk berjanjiтАУdan aku memang membutuhkanmu untuk bersumpah dengan sungguh-sungguh, Harry, entah apa pun anggapanmu atas semua iniтАУtidak pernah mamberitahu siapapun atau apa pun.”

Harry mempertimbangkan buku pelajaran Ramuan tahun kelima ibunya, yang, rupanya, menyimpan rahasia mengerikan.

Masalahnya adalah bahwa Harry memang memandang sumpah macam itu dengan serius. Setiap sumpah adalah suatu Sumpah Tak-Terlanggar jika dibuat oleh orang yang tepat.

Dan тАж .

“Aku merasa haus,” kata Harry, “dan itu benar-benar bukan pertanda bagus.”

Dumbledore benar-benar gagal untuk menanyakan pertanyaan apa pun tentang pernyataan samar ini. “Apa kamu bersumpah, Harry?” kata Dumbledore. Matanya menatap tajam ke arah mata Harry. “Kalau tidak aku tak bisa memberitahumu.”

“Ya,” kata Harry. “aku bersumpah.” Itulah masalahnya dengan menjadi seorang Ravenclaw. Kau tidak bisa menolak penawaran seperti itu atau rasa penasaranmu akan memakanmu hidup-hidup, dan semua orang yang lain mengetahuinya.

“Dan aku bersumpah juga,” kata Dumbledore, “bahwa apa yang akan aku katakan ini adalah kebenaran.”

Dumbledore membuka buku itu, sepertinya dengan acak, dan Harry mendekat untuk melihat.

“Apa kamu lihat catatan-catatan ini,” kata Dumbledore dalam suara sebegitu rendah itu nyaris berupa bisikan, “tertulis di pinggiran-pinggiran buku?”

Harry sedikit menyipitkan mata. Halaman-halaman yang menguning sepertinya menjabarkan sesuatu yang disebut ramuan kesemarakan elang, banyak dari bahan-bahannya adalah benda yang sama sekali tak Harry kenali dan yang memiliki nama yang sepertinya bukan berasal dari bahasa Inggris. Tertulis di pinggiran halaman ada anotasi tulisan tangan yang berkata, aku penasaran apa yang akan terjadi kalau kamu memakai darah Thestral di sini dan bukannya blueberries? dan tepat di bawahnya ada jawaban dengan tulisan tangan yang berbeda, Kamu akan sakit berminggu-minggu dan mungkin mati.

“Aku melihatnya,” kata Harry. “Ada apa dengan itu?”

Dumbledore menunjuk ke coretan kedua. “Yang dalam tulisan tangan ini,” katanya, masih dalam suara rendah, “ditulis oleh ibumu. Dan yang bertuliskan dengan tulisan tangan ini,” menggerakkan jarinya menunjuk coretan pertama, “adalah ditulis olehku. Aku akan menyembunyikan diriku dan menyelinap ke kamarnya ketika dia tidur. Lily mengira kalau salah satu temannyalah yang menulisnya dan mereka kemudian mengalami pertengkaran-pertengkaran paling hebat.

Di saat inilah Harry menyadari bahwa Kepala Sekolah Hogwart adalah, memang benar, gila.

Dumbledore melihatnya dengan ekspresi serius. “Apakah kau mengerti implikasi dari apa yang baru saja aku katakan kepadamu, Harry?”

“Ehhh тАж .” kata Harry. Suaranya seperti tersumpal. “Maaf тАж aku тАж tidak тАж .”

“Ah ya,” kata Dumbledore, dan menghela napas. “Kukira kecerdasanmu pada akhirnya memiliki batas juga, kalau begitu. Haruskah kita berpura-pura kalau aku tidak pernah mengatakan apa pun?”

Harry bangkit dari kursinya, mengenakan senyuman kaku. “Tentu saja,” kata Harry. “Kau tahu ini benar-benar sudah terasa cukup larut untuk hari ini dan aku juga merasa sedikit lapar, jadi aku harus segera makan malam, benar” dan Harry bergegas menuju pintu.

Kenop pintu benar-benar gagal berputar.

“Kau melukaiku, Harry,” kata suara Dumbledore dalam nada tenang yang datang dari belakangnya. “Tidakkah kamu paling tidak menyadari kalau apa yang baru saja aku katakan padamu ini adalah tanda percaya?”

Harry perlahan berbalik.

Di hadapannya ada seorang penyihir yang sangat kuat dan sangat gila dengan jenggot perak panjang, topi yang mirip jamur gepeng raksasa, dan memakai apa yang tampak bagi mata Muggle seperti tiga lapis piyama pink cerah.

Di belakangnya ada pintu yang sepertinya tidak berfungsi saat ini.

Dumbledore terlihat cukup sedih dan letih, seolah dia ingin bersandar pada tongkat penyihirnya yang dia tidak punya. “Sungguh,” kata Dumbledore, “kau mencoba sesuatu yang baru dan bukannya menuruti pola yang sama tiap kali selama seratus sepuluh tahun, dan orang-orang mulai melarikan diri.” Sang penyihir tua menggelangkan kepalanya dalam kesedihan. “Aku mengharapkan lebih darimu, Harry Potter. Aku dengar kalau teman-temanmu sendiri juga menganggapmu gila. Aku tahu mereka salah. Apakah kau tidak mempercayai hal yang sama tentangku?”

“Tolong buka pintunya,” kata Harry, suaranya bergetar. “Kalau kamu menginginkanku untuk mempercayaimu lagi, buka pintunya.”

Ada suara di belakangnya dari pintu yang terbuka.

“Ada banyak hal lagi yang aku berencana untuk katakan kepadamu,” kata Dumbledore, “dan kalau kamu pergi sekarang, kamu tak akan tahu apa hal-hal itu.”

Terkadang Harry benar-benar membenci jadi seorang Ravenclaw.

Dia tak pernah melukai seorang murid, kata sisi Gryffindor Harry. Terus ingat saja hal itu dan kamu pasti tidak akan panik. Kau tidak akan melarikan diri hanya karena hal-hal mulai menjadi menarik, kan?”

Kau tidak bisa begitu saja meninggalkan Kepala Sekolah! kata sisi Hufflepuff. Bagaimana kalau dia mulai mengurangi poin Asrama? Dia bisa membuat kehidupan sekolahmu jadi sangat sukar kalau dia memutuskan bahwa dia tak menyukaimu!

Dan sebagian dari dirinya yang Harry tidak begitu suka namun tak cukup mampu untuk bungkam yang merenungkan kemungkinan keuntungan menjadi salah satu dari sedikit teman penyihir tua gila ini yang juga kebetulan merupakan seorang Kepala Sekolah, Chief Warlock, dan Supreme Mugwump. Dan sayangnya Slytherin batinnya sepertinya jauh lebih baik daripada Draco dalam membuat orang berbalik ke Sisi Gelap, karena sisi itu mengatakan hal-hal seperti orang malang, dia sepertinya membutuhkan seseorang untuk berbincang, bukan begitu? dan kau tidak akan menginginkan orang sekuat itu untuk akhirnya mempercayai seseorang yang kurang bijak, kan? dan aku penasaran rahasia luar biasa macam apa yang Dumbledore bisa beritahu padamu kalau, kau tahu, kau menjadi sahabat dengannya dan bahkan aku berani bertaruh dia memiliki koleksi buku yang sangaaat menarik.