Выбрать главу

Minerva berkedip keras. Kemudian dia berkedip lagi. “Tidak,” kata Minerva, suaranya goyah. “Phoenix adalah makhluk dari sihir yang kuat. Sihir itu memberi eksistensi mereka suatu beban arti yang tak dimiliki binatang sederhana lainnya. Mereka adalah api, cahaya, penyembuhan, kelahiran kembali. Tapi pada akhirnya, tidak.”

“Di mana aku bisa memperolehnya?”

Minerva membungkuk dan memeluknya. Tadinya dia tak bermaksud melakukannya, namun dia sepertinya tak memiliki banyak pilihan di situ.

Ketika dia berdiri dia menemukan sangat sukar untuk berbicara. Namun dia harus bertanya. “Apa yang terjadi hari ini, Harry?”

“Aku tak tahu jawaban atas tiap pertanyaan penting juga. Selain dari bahwa aku benar-benar tidak ingin memikirkannya untuk sementara.”

Minerva memegang tangan Harry dalam tangannya lagi, dan mereka melalui sisa perjalanan dalam diam.

Itu adalah perjalanan pendek, karena memang wajar untuk kantor Wakil Kepala Sekolah berada di dekat kantor Kepala Sekolah.

Minerva duduk di belakang mejanya.

Harry duduk di depan mejanya.

“Jadi,” bisik Minerva. Dia akan memberikan hampir segalanya untuk tak melakukan ini, atau tidak menjadi orang yang harus melakukan ini, atau untuk ini jadi waktu selain saat ini. “Ada masalah disiplin sekolah. Yang darinya kamu tidak dikecualikan.”

“Yaitu?” kata Harry.

Dia tidak tahu. Dia belum memecahkannya. Minerva merasa tenggorokannya menyempit. Tapi ada pekerjaan yang harus dilakukan dan dia tidak akan mengelak darinya.

“Tn. Potter,” kata Profesor McGonagall, “Aku perlu melihat Time-Turnermu, tolong.”

Seluruh kedamaian dari si phoenix menghilang dari wajahnya dalam sekejap dan Minerva merasa seolah dia baru saja menusuk Harry.

“Tidak!” kata Harry. Suaranya panik. “Aku membutuhkannya, aku tak akan bisa menghadiri Hogwarts, aku tak akan bisa tidur!”

“Kau akan bisa tidur,” katanya. “Kementerian sudah mengirimkan kerangka pelindung untuk Time-Turner milikmu. Aku akan memantrainya supaya terbuka hanya di antara pukul 9 pm dan tengah malam.”

Wajah Harry terbelit. “TapiтАУtapi akuтАУ”

“Tn. Potter, berapa kali sudah kau gunakan Time-Turner sejak Senin? Berapa jam?”

“Aku тАж .” kata Harry. “Tunggu dulu, biarkan aku menjumlahkannyaтАУ” Dia memandang ke bawah pada jamnya.

Minerva merasakan dorongan kesedihan. Dia sudah mengira. “Itu bukan hanya dua per hari, kalau begitu. Aku curiga bahwa kalau aku bertanya pada teman sekamarmu, aku akan menemukan kalau kamu kesulitan untuk tetap terjaga cukup lama untuk tertidur pada waktu yang wajar, dan terbangun makin cepat dan makin cepat tiap pagi, Benar?”

Wajah Harry sudah mengatakan semua yang dia ingin tahu.

“Tn. Potter,” katanya lembut, “ada beberapa murid yang tidak bisa diberi kepercayaan dengan Time-Turner, karena mereka menjadi kecanduan atasnya. Kami memberi mereka ramuan yang memperpanjang siklus tidur mereka untuk jumlah yang diperlukan, namun mereka pada akhirnya menggunakan Time-Turner untuk lebih dari sekadar menghadiri kelas mereka. Dan karena itu kami harus memintanya kembali. Tn. Potter, kau sudah membuat pemakaian Time-Turner sebagai solusimu untuk semuanya, seringnya sangat bodoh. Kau memakainya untuk memperoleh kembali satu Remembrall. Kau menghilang dari kloset dalam cara yang sangat kentara bagi murid-murid lain, bukannya kembali lagi setelah kamu keluar dan memanggilku atau orang lain untuk datang dan membukakan pintu.”

Dari ekspresi di wajah Harry dia tidak memikirkan itu.

“Dan lebih penting,” katanya, “kau harusnya duduk saja di kelas Profesor Snape. Dan menonton. Dan pergi di akhir kelas. Seperti yang akan kau lakukan kalau kau tak memiliki Time-Turner. Ada beberapa murid yang tidak bisa diberi kepercayaan atas Time-Turner, Tn. Potter. Kau adalah salah satu dari mereka. Aku minta maaf.”

“Tapi aku memerlukannya!” kata Harry tanpa pikir panjang. “Bagaimana kalau ada para Slytherin yang mengancamku dan aku harus melarikan diri? Ini menjagaku tetap amanтАУ”

“Tiap murid lain dalam kastil ini menerima resiko yang sama, dan aku yakinkan bahwa mereka bertahan. Tidak ada murid yang meninggal dalam kastil ini selama lima puluh tahun. Tn. Potter, kau akan menyerahkan Time-Turnermu dan melakukannya sekarang.”

Wajah Harry berpilin dalam kepedihan, namun dia mengeluarkan Time-Turnernya dari bawah jubahnya dan memberikannya padanya.

Dari mejanya, Minerva mengeluarkan satu dari kerangka pelindung yang sudah dikirimkan ke Hogwarts. Dia mengunci penutup kepada tempatnya di sekeliling jam pasir Time-Turner, dan kemudian dia meletakkan tongkat sihirnya pada penutup untuk menyelesaikan pemantraan.

“Ini tidak adil!” Harry menjerit. “Aku menyelamatkan separuh Hogwarts dari Profesor Snape hari ini, apakah benar kalau dihukum karenanya? Aku melihat bagaimana wajahmu, kau membenci apa yang dia lakukan!”

Minerva tidak berbicara untuk beberapa saat. Dia sedang memantrai.

Ketika dia selesai dan memandang ke atas, dia tahu kalau wajahnya tegang. Mungkin itu adalah hal yang salah. Dan kemudian mungkin itu adalah hal yang benar. Ada anak keras kepala di depannya, dan itu bukan berarti bahwa alam semesta sudah rusak.

“Adil, Tn. Potter?” dia membentak. “Aku harus mengajukan dua laporan pada Kementerian atas penggunaan publik dari Time-Turner dalam dua hari berturut-turut! Sangat-sangatlah bersyukur kamu masih diizinkan membawa Time-Turner bahkan dalam bentuk terbatasnya! Kepala Sekolah melakukan panggilan Floo untuk memohon pada mereka secara pribadi dan kalau kamu bukan Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup bahkan itu tak akan cukup!”

Harry ternganga melihatnya.

Minerva tahu kalau Harry sedang melihat wajah marah dari Profesor McGonagall.

Mata Harry terisi dengan air mata.

“Aku, minta maaf,” dia berbisik, suara sekarang tecekat dan rusak. “Aku menyesal, karena sudah, mengecewakanmu тАж .”

“Aku juga menyesal, Tn. Potter” katanya tegas, dan menyerahkan padanya Time-Turner yang sudah dibatasi. “Kau boleh pergi.”

Harry berbalik dan berlari dari kantornya, menangis. Minerva mendengar kakinya bergegas menjauh di dalam lorong, dan kemudian suaranya terputus saat pintu berayun menutup.

“Aku minta maaf juga, Harry.” bisiknya pada ruangan sunyi. “Aku minta maaf juga.”

*

Lima belas menit menuju jam makan siang.

Tidak ada yang berbicara pada Harry. Beberapa dari Ravenclaw memberinya pandangan marah, yang lain simpati, beberapa dari murid yang termuda bahkan memiliki pandangan kekaguman, namun tidak ada yang berbicara padanya. Bahkan Hermione tidak mencoba untuk mendekati.

Fred dan George dengan berhati-hati mendekat. Mereka tidak mengatakan apa pun. Tawarannya sudah jelas, dan juga pilihan bebasnya. Harry sudah berkata pada mereka bahwa dia akan ke sana ketika makanan penutup dimulai, tidak lebih awal. Mereka mengangguk dan dengan cepat berjalan pergi.

Mungkin pandangan yang sepenuhnya tanpa ekspresi di wajah Harry yang membuat hal itu.

Yang lain mungkin mengira dia sedang mengendalikan amarah, atau kekecewaan. Mereka tahu, karena mereka melihat Flitwick datang dan memberitahunya, bahwa dia sudah dipanggil ke kantor Kepala Sekolah.

Harry berusaha untuk tidak tersenyum, karena jika dia tersenyum, dia akan mulai tertawa, dan jika dia mulai tertawa, dia tidak akan berhenti sampai para orang baik dengan jaket putih datang untuk mengangkutnya pergi.

Ini keterlaluan. Ini benar keterlaluan. Harry nyaris pergi ke Sisi Gelap, sisi gelapnya sudah melakukan hal-hal yang terlihat dalam retrospeksi gila, sisi gelapnya sudah memenangkan kemenangan mustahil yang mungkin memang benar-benar nyata dan mungkin memang karena kehendak murni dari Kepala Sekolah gila, sisi gelapnya sudah melindungi teman-temannya. Dia tidak bisa mengendalikannya lagi. Dia perlu Fawkes untuk bernyanyi untuknya lagi. Dia perlu menggunakan Time-Turner untuk keluar dan menikmati waktu sepi untuk memulihkan diri tapi itu bukanlah suatu pilihan lagi dan kehilangan itu bagaikan satu lubang dalam eksistensinya namun dia tak bisa berpikir tentang itu karena kemudian dia mungkin mulai tertawa.